Saya adalah Ika Zahara, panggil aja Ika ato Zahara, hehe..

Minggu, 30 Januari 2011

Apa saja manfaat e-commerce bagi pengguna bisnis online?

E-Commerce merupakan penggunaan media elektronik untuk melakukan perniagaan / perdagangan, seperti telepon, fax, ATM, handphone, SMS, dan Banking: ATM phone banking, internet banking. Secara khusus e-commerce merupakan penggunaan Internet untuk melakukan perniagaan, e-commerce banyak Disukai karena kenyamanannya.

Menurut Gary Coulter dan John Buddemeir (E-commerce Outline): e-commerce berhubungan dengan penjualan, periklanan, pemesanan produk, yang semuanya dikerjakan melalui internet. Beberapa perusahaan memilih untuk menggunakan kegiatan bisnis ini sebagai tambahan metode bisnis tradisional, sementara yang lainnya menggunakan internet secara eksklusif untuk mendapatkan para pelanggan yang berpotensi.

Manfaat E-Commerce
Revenue stream baru
Market exposure, melebarkan jangkauan
Menurunkan biaya
Memperpendek waktu product cycle
Meningkatkan customer loyality
Meningkatkan value chain

Keuntungane-commerce bagikonsumen:
•Keuntungan yang terbesar bagi konsumen adalah melakukan bisnis secara online dengan mudah. Seorang pembelidi internet dapat menggunakan komputer pribadinya pagi atau malam selama 7 hari per minggu untuk membeli hampir semua barang. Seorang konsumen tidak perlu mengantri di toko atau bahkan meninggalkan rumahnya;
•Beberapa perusahaan e-commerce telah membuat proses ini lebih mudah. Beberapa toko online menyimpan informasi kartu kredit pembelinya diserver mereka, sehingga informasi yang dibutuhkan hanya dimasukkan sekali saja. Beberapa bisnis online bahkan tidak mengirimkan produk-produknya kepelanggan melalui pos, khususnya yang menjual software komputer. Sebagaicontoh: beyon.com mengizinkan para pelanggannya untuk men-download software yang dibelinya langsung ke komputer mereka.
•Pengurangan biaya. Perusahaan yang menjual saham secara online, seperti etrade.com membebankan biaya hanya sekitar $10 per perdagangan, yang jauh lebih murah jika dibandingkan dengan membeli saham tersebut melalui perantara saham tradisional.

Keuntungan e-commerce bagi bisnis:
•Perusahaan-perusahaan dapat menjangkau pelanggan di seluruh dunia. Oleh karena itu dengan memperluas bisnis mereka, sama saja dengan meningkatkan keuntungan.
•e-commerce menawarkan pengurangan sejumlah biaya tambahan. Sebuah perusahaan yang melakukan bisnis di internet akan mengurangi biaya tambahan karena biaya tersebut tidak digunakan untuk gedung dan pelayanan pelanggan (customer service), jika dibandingkan dengan jenis bisnis tradisional.

Secara ringkas keuntungan e-commerce tersebut adalah sebagai berikut:
•Bagi Konsumen : harga lebih murah, belanja cukup pada satu tempat.
•Bagi Pengelolabisnis: efisiensi, tanpa kesalahan, tepat waktu
•BagiManajemen: peningkatan pendapatan, loyalitas pelanggan.

sumber1
sumber2

Kamis, 23 Desember 2010

Subnet & VLSM


Perhitungan :

HRD
Terdiri dari 10 host + 1 (Router1) + 2 ( network & broadcast) = 13 = 1101 --> 4 bit
Subnetmask = 11111111.11111111.11111111.11110000
= 255.255.255.240
Prefix = /28
IP address total = 2^4 = 16 IP address

FINANCIAL
Terdiri dari 25 host + 1 (Router1) + 2 ( network & broadcast) = 28 = 11100 --> 5 bit
Subnetmask = 11111111.11111111.11111111.11100000
= 255.255.255.224
Prefix = /27
IP address total = 2^5 = 32 IP address

TI
Terdiri dari 10 host + 1 (Router2) + 2 ( network & broadcast) = 13 = 1101 --> 5 bit
Subnetmask = 11111111.11111111.11111111.11110000
= 255.255.255.240
Prefix = /28
IP address total = 2^4 = 16 IP address

MARKETING
Terdiri dari 50 host + 1 (Router1) + 2 ( network & broadcast) = 53 = 110101 --> 6 bit
Subnetmask = 11111111.11111111.11111111.11000000
= 255.255.255.192
Prefix = /26
IP address total = 2^6 = 64 IP address


IP yang diberikan = 172.16.37.N

Rabu, 01 Desember 2010

Antara Obama dan Merapi : Apa dampaknya bagi perekonomian Indonesia?

Indonesia kembali berduka, mengingat bencana alam yang terjadi beberapa waktu lalu d negeri tercinta ini. Gunung Merapi yang meletus hebat 26 Oktober silam, dampaknya masih terasa hingga kini bagi perekonomian bangsa.

Contohnya saja, aktivitas pasar tradisional masih sepi pembeli hingga kini. Di Pasar Srumbung, Magelang, Jawa Tengah, misalnya. Pasar yang biasanya ramai oleh aktivitas jual-beli, kini, sepi. Para pedagang maupun warga lain masih berada di barak pengungsian. Hanya ada beberapa toko yang buka. Itu pun tidak maksimal karena stok barang terbatas dan distribusi sembako ke wilayah itu masih tersendat.

Perbankan sebagai penyangga perekonomian juga belum pulih sepenuhnya. Beberapa bank seperti BRI, Bank Pasar, dan BPR Kecamatan Srumbung belumpulih. Menurut catatan Bank Indonesia mencapai Rp81,96 miliar atau 0,61 persen dari total kredit perbankan di DIY sebesar Rp13,5 triliun. Kepala Biro Humas Bank Indonesia Difi A Johansyah di Jakarta, Senin, mengatakan, kredit yang berpotensi terkena dampak bencana itu berasal dari bank umum sebesar Rp32,767 miliar dan BPR Rp49,195 miliar. "Jumlah itu belum menghitung data kredit BRI dan BCA yang masih dikumpulkan," katanya.

Dampak ekonomi yang ditimbulkan letusan Merapi ditaksir mencapai belasan triliun rupiah. Kerugian dari sektor pariwisata dan pertanian di 3 kabupaten saja mencapai total Rp13,3 triliun lebih. Tiga kabupaten yang mengalami dampak besar letusan Merapi adalah Kabupaten Magelang, Sleman dan Boyolali.

Namun dibalik bencana letusan Gunung Merapi yang memaksa banyak maskapai asing enggan melakukan penerbangan ke Indonesia tidak menyurutkan Obama melawat Indonesia dengan Air Force One-nya. Presiden Obama di perkirakan akan berada di Indonesia selama 2 hari yaitu tanggal 09 November 2010 & 10 November 2010.

Kedatangan Obama ke Indonesia membuka harapan baru akan meningkatnya investasi dan perdagangan Amerika di Indonesia. Sebelum Obama datang ke Indonesia, Pemerintah Amerika Serikat telah memutuskan untuk mengeluarkan dana stimulus dengan membeli kembali obligasi Pemerintah Amerika Serikat sebesar US$ 600 miliar.

Namun menurut pengamat ekonomi Tony Prasetiantono mengatakan kedatangan Presiden Amerika Serikat Barrack Obama ke Indonesia tidak berdampak kepada peningkatan volume perdagangan AS-Indonesia.
“Saya kira sulit itu karena memang kalau dari sisi produk yang ada, kita beli dari AS namun produknya banyak disaingi negara lain. Misalnya, mobil kan dari Jepang, Korea juga sama. Di sisi lain, ekonomi AS sedang mengurangi defisit, dengan China saja 250 juta dolar AS itu setahun,” ujarnya saat ditemui di Jakarta, Rabu 10/11/10.

Ia mengatakan apabila AS ingin meningkatkan volume perdagangan dengan Indonesia, negara adidaya tersebut harus siap memiliki defisit perdagangan lebih besar dengan Indonesia.
“Jadi menurut saya pernyataan Obama, AS ingin menjadi mitra dagang nomor satu, kita lihat hanya sebagai pernyataan. Kita apresiasi sebagai sebuah pernyataan dan keinginan. Tapi realitasnya AS sulit jadi partner dagang nomor satu,” ujar dosen Universitas Gajah Mada (UGM) ini.
Ia menjelaskan ada permasalahan struktural yang sulit untuk berubah agar perdagangan Indonesia-AS dapat benar-benar meningkat, apalagi produk AS sebagai sasaran impor banyak penggantinya.



sumber1
sumber2
sumber3
sumber4
sumber5

Jawaban V-class Jaringan Komputer Lanjut 4IA12

1. Apakah yang dimaksud dengan komunikasi broadband ?
Jawab :
Komunikasi Broadband merupakan komunikasi data yang memiliki kecepatan tinggi dan juga memiliki bandwidth yang besar. Ada beberapa definisi untuk komunikasi broadband, antara lain : menurut rekomendasi ITU No. I.113, “Komunikasi broadband didefinisikan sebagai komunikasi dengan kecepatan transmisi 1,5 Mbps hingga 2,0 Mbps.”. sedangkan menurut FCC di amerika, “ komunikasi broadband dicirikan dengan suatu komunikasi yang memiliki kecepatan simetri (up-stream dan down-stream) minimal 200 kbps. Maka dari itu komunikasi brodband sering disebut juga dengan komunikasi masa depan. Broadband itu sendiri menggunakan beberapa teknologi yang dibedakan sebagai berikut :

* Digitas Subscriber Line (DSL).
* Modem Kabel.
* Broadband Wireless Access (WiFi dan WiMAX).
* Satelit.
* Selular.

2. Sebutkan keuntungan SONET !
Jawab:
* Dapat memberikan fungsionalitas yang bagus baik pada jaringan kecil, medium, maupun besar.
* Collector rings menyediakan interface ke seluruh aplikasi, termasuk local office, PABX, access multiplexer, BTS, dan terminal ATM.
* Manejemen bandwith berfungsi untuk proses routing, dan manajemen trafik.
* Jaringan backbone berfungsi menyediakan konektifitas untuk jaringan jarak jauh.
* Memiliki fitur redudansi yang mirip dengan FDDI.

3. Jelaskan prinsip kerja dari ATM !
Jawab:
* Pada ATM, informasi dikirim dalam blok data dengan panjang tetap yang disebut sel. Sel merupakan unit dari switching dan transmisi.
* Untuk mendukung layanan dengan rate yang beragam, maka pada selang waktu tertentu dapat dikirimkan sel dengan jumlah sesuai dengan rate-nya.
* Sebuah sel terdiri atas information field yang berisi informasi pemakai dan sebuah header.
* Informasi field dikirim dengan transparan oleh jaringan ATM dan tak ada proses yang dikenakan padanya oleh jaringan.
* Urutan sel dijaga oleh jaringan, dan sel diterima dengan urutan yang sama seperti pada waktu kirim.
* Header berisi label yang melambangkan informasi jaringan seperti addressing dan routing.
* Dikatakan merupakan kombinasi dari konsep circuit dan packet switching, karena ATM memakai konsep connection oriented dan mengggunakan konsep paket berupa sel.
* Setiap hubungan mempunyai kapasitas transfer (bandwidth) yang ditentukan sesuai dengan permintaan pemakai, asalkan kapasitas atau resource-nya tersedia.
* Dengan resource yang sama, jaringan mampu atau dapat membawa beban yang lebih banyak karena jaringan mempunyai kemampuan statistical multiplexing.

4. Apakah yang dimaksud dengan DSL ?
Jawab:
DSL (Digital Subcriber Line) merupakan atu set teknologi yang menyediakan penghantar data digital melewati kabel yang digunakan dalam jarak dekat dari jaringan telepon setempat, biasanya kecepatan downolad dari DSL berkisar dari 128 kbit/d sampai 24.000 kb/d tergantung dari teknologi DSL tersebut. Kecepatan upload lebih rendah dari download untuk ADSL dan sama cepat untuk SDSL.

contoh teknologi DSL (kadang disebut dengan xDSL) termasuk:

* High-bit-rate Digital Subscriber Line (HDSL)
* Symmetric Digital Subscriber Line (SDSL)
* Asymmetric Digital Subscriber Line (ADSL)
* Rate-Adaptive Digital Subscriber Line (RADSL)
* Very-high-bit-rate Digital Subscriber Line (VDSL)
* Very-high-bit-rate Digital Subscriber Line 2 (VDSL2)
* G. Symmetric High-speed Digital Subscriber Line (G.SHDSL)


Tes Akhir

1. Service yang cara kerjanya mirip dengan mengirim surat adalah :
a. Connection Oriented** c. Semua jawaban benar
b. Connectionless Oriented d. Semua jawaban salah

2. Nama lain untuk Statistical Time Division Multiplexing (TDM) adalah :
a. Non-Intelligent TDM c. Asynchromous TDM
b. Synchronous TDM** d. Semua jawaban benar

3. Hubungan laju transmisi data dengan lebar pita saluran transmisi adalah :
a. Laju transmisi naik jika lebar pita berkuran.
b. Laju transmisi naik jika lebar pita bertambah.
c. Laju transmisi tidak bergantung pada lebar pita.
d. Semua jawaban salah.**

4. Teknik encoding Bipolar-AMI dan Pseudoternary termasuk dalam teknik :
a. Multilevel Binary** c. Biphase
b. NRZ d. Manchester

5. Jika dua frame ditransmisikan secara serentak maka akan menyebabkan terjadinya tubruklan. Kejadian ini dalam jaringan dikenal dengan istilah :
a. Contention c. Crash**
b. Collision d. Jabber

6. Salah satu protocol CSMA yang tidak terus menerus mendengarkan channel adalah :
a. 1-persistent c. nonpersistent
b. p-persistent d. CSMA/CD**

7. Salah satu protocol yang bebas dari tubrukan adalah :
a. Bit-Map c. Carrier Sense**
b. CSMA d. ALOHA

8. Selective Repeater merupakan istilah lain dari :
a. Router** c. Gateway
b. Bridge d. Repeater

9. Dalam pemeliharaan ring logis 802.4, frame kontrol yang bertugas untuk mengijinkan suatu stasiun untuk meninggalkan ring adalah :
a. Claim_token c. Token**
b. Who_follows d. Set_Successor

10. Algoritma yang digunakan untuk menghindari kemacetan adalah :
a. Broadcast Routing c. Optimal Routing
b. Flow Control** d. Flooding Routing

11. Algoritma routing yang menggunakan informasi yang dikumpulkan dari subnet secara keseluruhan agar keputusannya optimal adalah :
a. Algoritma Global c. Algoritma Terisolasi
b. Algoritma Lokal d. Algoritma Terdistribusi**

12. Keuntungan multiplexing adalah :
a. Komputer host hanya memerlukan satu I/O port untuk satu terminal
b. Komputer host hanya memerlukan satu I/O port untuk banyak terminal**
c. Komputer host memerlukan banyak I/O port untuk banyak terminal
d. Komputer host memerlukan banyak I/O port untuk satu terminal

13. Jenis kabel UTP digunakan untuk jaringan Ethernet :
a. 10Base2 c. 10BaseT**
b. 10Base5 d. Semua jawaban benar

14. Suatu algoritma routing yang tidak mendasarkan keputusan routingnya pada kondisi topologi dan lalulintas saat itu adalah :
a. Non adaptive** c. RCC
b. Adaptive d. Hot potato

15. Data/message yang belum dienkripsi disebut dengan :
a. Plaintext** c. Auntext
b. Ciphertext d. Choke Packet

16. Algoritma Kontrol Kemacetan yang menjaga jumlah paket tetap konstan dengan menggunakan permits yang bersirkulasi dalam subnet adalah :
a. Kontrol Arus c. Pra Alokasi Buffer**
b. Kontrol Isarithmic d. Choke Packet

17. Sekumpulan aturan yang menentukan operasi unit-unit fungsional untuk mencapai komunikasi antar dua entitas yang berbeda adalah :
a. Sintaks c. Protokol**
b. Timing d. Routing

18. Algoritma yang digunakan oleh transparent bridge adalah :
a. RCC c. Flooding
b. Backward Learning** d. Shortest path

19. Dalam model OSI internetworking membagi lapisan network menjadi beberapa bagian, kecuali
a. Intranet sublayer** c. Internet sublayer
b. Access sublayer d. Enhanchement sublayer

20. Teknik time domain reflectometry digunakan pada standard IEEE:
a. 802.2 c. 802.4
b. 802.3** d. 802.5

21. Suatu cara yang mempunyai kemampuan untuk menyedian privacy, authenticity, integrity dan pengamanan data adalah :
a. Enkripsi** c. Deskripsi
b. Antisipasi d. Semua jawaban salah

22. Tujuan adanya jaringan komputer adalah…..
a. Resource sharing c. High reability
b. Penghematan biaya d. Semua jawaban benar**

23. Mengontrol suapaya tidak terjadi deadlock merupakan fungsi dari lapisan :
a. Network Layer** c. Data link Layer
b. Session Layer d. Application Layer

24. Frame yang terjadi apabila suatu stasiun mentransmisikan frame pendek kejalur ring yang panjang dan bertubrukan atau dimatikan sebelum frame tersebut dikeluarkan. Frame ini disebut dengan istilah :
a. Orphan c. Pure
b. Beacon** d. Semua jawaban salah

25. Wire center digunakan pada standar :
a. 802.2 c. 802.4
b. 802.3** d. 802.5

26. Komponen dasar model komunikasi adalah :
a. Sumber c. Media
b. Tujuan d. Semua benar**

27. Di bawah ini termasuk Broadcast network :
a. Circuit Switching c. Satelit**
b. Paket Switching d. Semi Paket Switching

28. Paket radio termasuk golongan :
a. Broadcast** c. Publik
b. Switched d. Semua benar

29. Di bawah ini termasuk guided media :
a. UTP c. Fiber Optik
b. Coaxial d. Semua benar**

30. Modul transmisi yang sifatnya searah adalah :
a. Pager c. TV
b. Simpleks d. Semua benar**

Rabu, 10 November 2010

Subnetting IP (Tes akhir v-class)


Menghitung subnetmask dan total IP address berdasarkan jumlah host

subnet Management : terdiri dari 32 host ditambah satu router (Router0), dan ditambah alamat network dan alamat broadcast sehinggah dibutuhkan 35 alamat. Angka biner untuk 35 adalah 100011, terdiri dari 6 bit. Maka dapat diperoleh subnetmasknya adalah :
11111111.11111111.11111111.11000000
255.255.255.192
network prefixnya adalah /26, dan IP address total yang dapat dipakai adalah 2^6=64 IP address

subnet HRD : untuk perhitungannya sama seperti di atas. Subnet ini terdiri dari 16 host ditambah satu router (Router0), dan ditambah alamat network dan alamat broadcast sehinggah dibutuhkan 19 alamat. Angka biner untuk 19 adalah 10010 yang terdiri dari 5 bit. Maka dapat diperoleh subnetmasknya adalah :
11111111.11111111.11111111.11100000
255.255.255.224
network prefixnya adalah /27, dan IP address total yang dapat dipakai adalah 2^5=32 IP address

subnet Administrasi : terdiri dari 8 host ditambah satu router (Router0), dan ditambah alamat network dan alamat broadcast sehinggah dibutuhkan 11 alamat. Angka biner untuk 11 adalah 1011, terdiri dari 4 bit. Maka dapat diperoleh subnetmasknya adalah :
11111111.11111111.11111111.11110000
255.255.255.240
network prefixnya adalah /28, dan IP address total yang dapat dipakai adalah 2^4=16 IP address

subnet IT : terdiri dari 4 host ditambah satu router (Router0), dan ditambah alamat network dan alamat broadcast sehinggah dibutuhkan 7 alamat. Angka biner untuk 7 adalah 111, terdiri dari 3 bit. Maka dapat diperoleh subnetmasknya adalah :
11111111.11111111.11111111.11111000
255.255.255.248
network prefixnya adalah /29, dan IP address total yang dapat dipakai adalah 2^3=8 IP address

subnet Sales : terdiri dari 16 host ditambah satu router (Router0), dan ditambah alamat network dan alamat broadcast sehinggah dibutuhkan 19 alamat. Angka biner untuk 19 adalah 10011, terdiri dari 5 bit. Maka dapat diperoleh subnetmasknya adalah :
11111111.11111111.11111111.11100000
255.255.255.224
network prefixnya adalah /27, dan IP address total yang dapat dipakai adalah 2^5=32 IP address




Selasa, 02 November 2010

Perhitungan Subnetting

Cara menghitung untuk menentukan 12 subnetwork di kelas B
1) Untuk menentukan 12 subnetwork, pertama harus ditentukan terlebih dahulu letak angka 12 pada bilangan biner. Jika dilihat dari bilangan biner dari 2^0, 2^1, 2^2, ..., 2^n maka angka 12 terletak pada bilangan 2^3 dan 2^4
2) Kemudian ambil pangkat terbesar dari kedua bilangan biner tersebut, jika dilihat di nomer 1) maka pangkat paling besar adalah 4. Angka tersebut digunakan untuk memisahkan jumlah bit pertama dari host ID. Maka jika pada kelas B dipisahkan 4 bit pertama host ID, maka akan menjadi N.N.0000|0000.H
3) 4 bit pertama dari hos ID tersebut digunakan untuk menghitung IP network dan IP broadcast dengan menambahkan satu pada 4 bit pertama tersebut untuk setiap subnetwork-nya. Caranya bisa dilihat pada gambar berikut.
Untuk network host ID = 0, broadcast = 255
4) Perhitungan pada gambar tersebut terus dilakukan sampai menghasilkan 12 subnetwork, dan hasilnya adalah sebagai berikut :

Sabtu, 30 Oktober 2010

Strategi Integrasi Informasi

Bagi perusahaan modern, memiliki strategi bisnis saja tidak cukup untuk menghadapi persaingan dewasa ini. Strategi bisnis yang biasa dituangkan dalam dokumen atau cetak biru Business Plan harus pula dilengkapi dengan Sistem Informasi Strategik (Indrajit, 2003). Tujuannya jelas, yaitu untuk memanfaatkan secara optimum penggunaan Teknologi Informasi sebagai komponen utama sistem Informasi Perusahaan (sistem yang terdiri dari komponen-komponen untuk melakukan pengolahan data dan pengiriman informasi hasil pengolahan ke fungsi-fungsi organisasi terkait). Tantangan yang dihadapi para pengelola Teknologi Informasi pada umumnya adalah bagaimana mengendalikan Teknologi Informasi sebagai sumber daya perusahaan sehingga dapat menyajikan informasi sesuai yang dibutuhkan perusahaan, bagaimana mengelola resiko dan mengamankan infrastruktur Teknologi Informasi yang menjadi hidup-matinya operasional perusahaan.

Untuk itu diperlukan proses memutuskan sasaran organisasi Teknologi Informasi dan mengidentifikasikan aplikasi Teknologi Informasi potensial yang harus diimplementasikan oleh organisasi secara keseluruhan (Lederer & Sethi, 1998), dan proses identifikasi portofolio aplikasi berbasis komputer untuk diselaraskan dengan strategi perusahaan sehingga memiliki kemampuan untuk menciptakan keunggulan atas para pesaing. Manajemen menetapkan sasaran umum Sistem Informasi Strategik dikaitkan dengan dukungan terhadap Strategi Bisnis yang sedikitnya meliputi : penyelarasan Teknologi Informasi dengan bisnis guna mengidentifikasikan di mana Teknologi Informasi memberi kontribusi paling besar, dan penentuan prioritas investasi; memperoleh keunggulan kompetitif dari peluang bisnis yang diciptakan dengan memanfaatkan Teknologi Informasi; membangun infrastruktur masa depan yang fleksibel dan hemat biaya; memperkuat sumber daya dan kompetensi dalam memanfaatkan Teknologi Informasi dengan sukses di organisasi.

Fenomena Integrasi Sistem Informasi
Tuntutan globalisasi dan persaingan bebas serta terbuka dewasa ini secara langsung telah memaksa berbagai organisasi komersial seperti perusahaan maupun non komersial seperti pemerintah untuk menata uang platform organisasinya. Dalam konteks ini, berbagai inisiatif strategi ditelurkan oleh sejumlah praktisi organisasi yang masing-masing mengarah pada keinginan berkolaborasi atau berkooperasi untuk menyusun kekuatan dan keunggulan baru dalam bersaing (baca: coopetition = collaboration to compete). Terkait dengan hal ini, sejumlah fenomena yang menggejala akhir-akhir ini antara lain:
  • Terjadinya merger dan akuisisi antar dua atau sejumlah organisasi dalam berbagai industri vertikal, seperti: perbankan, asuransi, manufaktur, pendidikan, kesehatan, dan lain sebagainya;
  • Restrukturisasi korporasi yang dilakukan dengan mengubah pola relasi antar anak-anak perusahaan dalam sebuah konsorsium grup usaha;
  • Strategi kerjasama berbagai institusi pemerintah secara lintas sektoral untuk meningkatkan kinerja birokrasi;
  • Tuntutan berbagai mitra usaha dalam dan luar negeri untuk meningkatkan kualitas aliansi dan kolaborasi; dan lain sebagainya.
Adanya berbagai fenomena tersebut secara tidak langsung memberikan dampak bagi manajemen organisasi, terutama dalam kaitannya dengan pengelolaan sumber dayanya masing-masing. Beragam tuntutan yang bermuara pada keinginan untuk ”mengintegrasikan” secara fisik maupun relasi dua atau lebih organisasi tersebut bermuara pada kebutuhan melakukan upaya ”sharing” sejumlah sumber daya data dan informasi (maupun pengetahuan) yang dimiliki sesama organisasi. Artinya adalah bahwa, dua atau lebih sistem informasi yang ada harus diupayakan untuk ”diintegrasikan”. Terkait dengan hal ini, pengalaman membuktikan bahwa proses tersebut tidaklah sesederhana yang dipikirkan. Lamanya proses integrasi dan sering kandasnya usaha tersebut menggambarkan tingkat kesulitan atau kompleksitas usaha integrasi yang dimaksud. Banyak kalanagan praktisi menilai bahwa masalah utama yang dihadapi bukanlah karena kendala teknis, namun lebih banyak didominasi oleh hal-hal yang non teknis (baca: politik organisasi). Tidak banyak pihak yang mampu mncari jalan keluar dalam menghadapi kenyataan ini.

Pengaruh Teknologi Informasi Pada Keputusan Strategik
Untuk memahami pengaruh Teknologi Informasi pada proses pembuatan keputusan strategik terutama yang berkaitan dengan strategi bisnis digunakan Matrik McFarlan. Sumbu vertikal menggunakan asesmen pengaruh Teknologi Informasi terhadap operasional perusahaan. Pada organisasi tertentu – seperti perbankan, penerbangan, lembaga keuangan, layanan infrastruktur pada saat ini – eksekusi operasional Teknologi Informasi merupakan hal krusial bagi hidup-matinya perusahaan. Kerusakan atau hambatan sekecil apapun berpengaruh besar terhadap kinerja bisnis secara keseluruhan. Sumbu horisontal menggambarkan asesmen pengaruh Teknologi Informasi terhadap Strategi Bisnis yang akan mempengaruhi keunggulan bersaing perusahaan dalam jangka panjang. Pada beberapa perusahaan, inisiatif bisnis yang memanfaatkan Teknologi Informasi merupakan faktor kritis bagi posisi stratejik jangka panjang. Namun di pihak lain, aplikasi Teknologi Informasi seringkali memberikan peningkatan kondisi lokal perusahaan namun tidak berpengaruh terhadap strategi (Applegate, et all, 1999).
Applegate er all, (1999) lebih jauh menjelaskan bahwa dengan memetakan Teknologi Informasi dan pengaruhnya terhadap keputusan stratejik memberi kemudahan bagi manajer untuk memilih pendekatan terbaik bagi pengelolaan bisnis yang memanfaatkan Teknologi Informasi. Lima pertanyaan kunci dapat digunakan untuk memberi panduan dalam memetakan pengaruh Teknologi Informasi pada keputusan stratejik:
  1. Dapatkah Teknologi Informasi digunakan untuk rekayasa aktivitas inti yang menghasilkan value dan mengubah basis kompetisi?
  2. Dapatkah Teknologi Informasi mengubah sifat alamiah hubungan dan keseimbangan kekuatan di antara perusahaan sebagai pembeli dan pemasok?
  3. Dapatkah Teknologi Informasi membangun atau mengurangi hambatan masuk (barriers to entry)?
  4. Dapatkah Teknologi Informasi menaikkan atau mengurangi switching cost?
  5. Dan dapatkah Teknologi Informasi menambah nilai pada produk dan atau jasa yang sudah ada, dan menciptakan yang baru?
sumber1
sumber2